curhat

Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Saturday, November 13, 2010

just in my dream, I think


menjelang Idul Adha, pastinya banyak yang jual sapi + kambing di kota. Semarang termasuk. secara kita idup gak cuma ndonkrok di rumah diliatin semut. pasti tidak! kita pasti beraktivitas diluar rumah. dan kebetulan juga deket rumahku banyak yang jual hewan kurban. liat sapi + kambing jadi inget cita cita ku sejak zaman SD. dan sepertinya susah, bahkan tidak tercapai. huh, cukup sedih emang. hiks :(

sedikit kecewa, ketika pada akhir tahun ajaran kelas 10 akhirnya saya diputuskan untuk masuk jurusan IPS. sebenernya sih sedihnya diiiikiiiit doang. bener deh! tapi ada satu hal yang bikin nyesek


"Nur, kalo masuk IPS brarti gak bisa wujud in cita cita mu dari SD, jadi INSINYUR PETERNAKAN. PKS terus sing diurusi" kata ibu bapakku. hmm...
nyesek! nyesek banget malah! sempet hampir nangis waktu itu. jujur aku gak suka kalo PKS yang disalahin. bener sih aku lebih ngutamain PKS daripada belajarku waktu dulu. dan sampe sekarang, aku gak pernah menyesal kok! I learn everything in there. I'm happy!

sudah lah tak ada yang disesali. everything has written, why worry? quote yang bener bener bisa ngehibur aku waktu itu. dan sekarang aku merasa bersyukur banget di gariskan masuk IPS. alhamdulillah.

hehehe, lanjut. udah ah sedih sedihnya. ntar malah nangis. bikin benci deh

kenapa aku pilih peternakan sejak SD lagi (padahal gak mudeng apa apa tentang jurusan)?
dari dulu emang aku gak begitu suka hewan. tapi sejak kapan aku juga gak ngerti aku suka liat kambing sama sapi. aku selalu seneng kalo Idul Adha. saking senengnya sampe waktu Idul Fitri kan ada sholat ied (di Semarang) nya juga kan?


aku bilang ke ibu : "lho? kambingnya mana bu?" . ibu: "ini kan Idul Fitri bukan Idul Adha. jadi gak ada kambingnya"
>
mungkin pada saat itu aku baru bisa bedain antara Idul Fitri sama Idul Adha. kalo sebelum itu soalnya masih kecil belum ikut sholat ied. ato gak pikiranku kalo sholat di Jakarta gak ada kambingnya (lebaran) kalo di Semarang ada. kebetulan waktu itu gak mudik dan sholat ied di Semarang

sampe sekarang sebenernya masih pengen juga. tapi sepertinya Allah memilihkan jalan yang terbaik buat saya

If I were a science student, I could......

let it flow aja deh,
syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah ^^

Saturday, August 28, 2010

malu?


kali ini beda, posting pagi hari. biasanya? oke, biasanya saya posting dini hari gara gara insomia. niatnya minggu ini mo posting postingan ini, dengan alasan UHT, akhirnya sayamengurungkan niat buat nulis postingan.

Tuhaaaaan, terima kasih Kau telah menciptakan hari Sabtu + Minggu.
akhirnya saya bisa nulis minggu ini berkat hari itu. oke, lanjut. tema postingan ini sesuai judul. yak malu?saya mo mbeberin tentang rasa malu dan jijikz* yang melanda ini, tepatnya hari..... apa ya? lupa ! pokoknya pas pelajaran bahasa Indonesia

nah, waktu itu pelajaran bahasa Indonesia nya itu murid - murid disuruh ngebuat puisi tapi awalnya nama nama asli kita. waktu nya untuk performance dan puisi udah jadi, LENGKAP! ini dia *plis jangan ketawa plus ngebayangin aku lagi baca puisi jijikz ini






SEKARANG DAN DAHULU

Malam kini terasa lebih beku
Entah, mungkin karena malam ini malam pertamaku tanpa hirup nafasmu
Nurani ini mendobrak dobrak meledak ledak berteriak riak
Upaya agar perih ini sirna
Rasa yang kian merambah ke dalam sukma

Ruang hati pun mulai terasa sesak
Isak tangis dalam hati yang dengan cepat memenuhi relung
Zamrud khatulistiwa pun tak seindah kemarin
Ketika kau masih menemaniku memeluk indahnya sinar bintang
Indah, sungguh indah kenangan itu

Kan kucatat pada deret deret aritmatika cinta tak berlogika, namun indah
Inti atom yang tak pernah berpisah didalamnya, seperti kau dan aku, indah
Neuron neuron tiap saraf pun tak mampu menghilangkanmu indah
Ah, enyahlah sudah sekarang segala bentuk definisi indah
Susah, ya susah tidak lagi indah
Inginku mencari indahku kembali, tapi
Hati ini terlalu lelah tuk mencari, sudahlah tak usah mencari

oke, terserah itu bangus ato enggak. yang saya pikir cuma satu, berani gak yasaya puisi mewek kayak gitu?

gak, jawabannya adalah GAK! disisa waktu sebelum performance saya sempet sempetin bikin puisi dengan waktu 20 menitan. bayangin ! puisi yang tadi aja sejam aja gak cukup. oke, berhenti curhat. tentu temanya enggak mewek plus cinta bercinta kayak tadi. ini puisi yang akhirnya saya baca waktu dapet giliran mbacain


SAJAK NEGERIKU

Melintang panjang dari Sabang sampai Merauke
Elangpun mengaku betapa kaya negeriku
Negeri subur aman tentram makmur
Ungkap orang orang dahulu
Riuh elu elu mereka, mengaggumkan

Rongrongan kini makin menembus dada
Ini, dada para pemuda pemudi
Zaman kini telah berubah
Kepala sekarang terasa dibawah
Iya, diinjak injak

Kenapa hak dan kewajiban jadi begini?
Ini disalah gunakan, ini diabaikan
Nasib nasib jadi pemudi zaman sekarang
Arogan yang dibanggakan
Sirik jadi kebiasaan
Indonesia, kembalilah seperti dulu
Hidup seimbang dan berkeadilan


terserah deh itu puisi oke ato enggak, yang penting saya enggak jijikz* buat bacain itu puisi buat INDONESIA tercinta (jadi kangen Nasima), hiks
apasih?

oke, thanks buat para pembaca (oke, emang ada? ckckck)

P.S:
hari ini bakal sibuk banget sepertinya, dimulai jam 9 ada mentoring *alhamdulillah, selalu menyejukkan hati :)*, dilanjutin jam 11 ada STJ PKS *semoga adek adek ku selalu menjaga amanah, amin*, terus ada rapat buber IKABA GBS jam 12 *semoga rame dan sukses plus semoga saya inspirasi buat bikin MMT, amin*, jam 2 siang ada acara nuzulul Quran ngundang Fatih nasyid dari Jogja *semoga seru plus lancar*


sekian
salam chairil anwar, JAYA! *apasih? :|



Thursday, August 5, 2010

galau galau galau



deskripsi perasaan yang kiranya sama kayak seseorang yang pernah nulis perasaannya

Here goes:

===============================
  1. Gue gak pernah ngerti sama diri gue sendiri kenapa terkadang sebuah hal yang (kayaknya) kecil bisa begitu jadi besar buat gue. Bisa ngebuat gue kecewa, dan gue gak pernah ngerti kenapa kekecewaan ini bisa berubah seperti kanker yang menyebar dan menggerogoti perasaan gue sendiri… lama-lama ngebunuh dari dalam… dan mati. Gue gak pernah mengerti bagaimana harus mensiasati ini. Gue gak pernah ngerti kenapa buat gue, what has done yah done.. the damage has been done, and nothing we can do about it. There is absolutely nothing we can do about it. Kenapa? Kenapa gue gak bisa membuat semua ini seolah gak nampak, dan jalan terus. Kenapa? Kenapa? Kenapa gue harus membuat semua hal sempurna? Mungkin ini kutukan sekaligus berkah menjadi seorang perfeksionis… atau menjadi orang yang tak pernah puas?


  2. Kalau yang namanya kesempurnaan itu gak ada, dan kita terus mengejar kesempurnaan, apa gue berarti mengejar sesuatu yang tidak ada? Dan kalau yang namanya memaafkan itu berarti melupakan, bagaimana cara melupakan sesuatu yang telah kita maafkan? Bahkan jika hal tersebut tidak seharusnya terjadi?
  3. Gue sangat kagum bagaimana sebuah kejadian bisa terjadi. Katakanlah begini, jika seseorang menikah karena kenalan di facebook, bagaimana jika facebook tidak diciptakan? Bagaimana jika komputer tidak diciptakan? Bagaimana jika Bill Gates pada waktu itu meneruskan kuliahnya di Harvard Law dan melupakan mimpinya untuk membuat personal computer? Maka komputer (windows) tidak akan ada, facebook tidak punya wadah, dan dua orang ini tidak akan kenalan. Mereka mungkin akan menikah dengan orang lain, dan cerita hidup mereka akan completely berbeda, anak-anak yang berbeda, nasib yang berbeda. Setiap elemen-elemen dalam semesta ini mempertemukan kita ke jalan yang kita ambil. Apa ini semua sudah diatur, atau kita membuat ilusi bahwa sesungguhnya kita bisa mengatur ini? Apakah, perpisahan juga sudah diatur rapi? Ya, itu pertanyaannya, jika pertemuan seseorang direncanakan oleh “nasib” apakah perpisahan juga seperti itu? Dan jika iya, siapa yang bisa disalahkan?
  4. Bagaimana kita tahu apa yang pilih itu “benar”? Bagaimana kita tahu apakah kita akan bahagia dengan pilihan kita. Aksi kita. Konsekuensi kita. Relativisme dalam contoh yang paling sempurna. Filsafat katanya bisa membantu kita memecahkan permasalahan-permasalahan dalam hidup, tapi yang ada justru pertanyaan satu mengikuti pertanyaan lain. Cuih.
  5. Belakangan ini quote King Lear dari Shakespear terus ada di kepala: “If you prick us do we not bleed? If you tickle us do we not laugh? If you poison us do we not die? And if you wrong us shall we not revenge? ? If we are like you in the rest, we will resemble you in that.”
  6. Lagi pengen Pocky rasa coklat. Eh Lucky lebih enak. Lay’s rumput laut juga enak.
  7. Butterfly effect adalah terminologi yang keren banget, yang membuktikan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini terkoneksi dengan kejadian-kejadian lainnya. Sub-bagian dari Chaos Theory yang paling gue suka. Tapi, semenjak ada film Butterfly Effect, apalagi yang meranin Ashton Kutcher, kok terminologi ini gak kedengeran seksi lagi ya.
  8. Komedian dan filsuf adalah perpaduan yang asik banget. Gue cuman bisa menemukan ini di Woody Allen. Gue pengen kayak Woody Allen, tapi… Woody Allen led an empty life. Gue gak mau led an empty life. And Woody Allen have issues. Eh tunggu, hampir semua komedian yang gue tahu have issues: Jerry Seinfeld – cranky, Jerry Lewis - komitmen phobia, Larry David – sangat-sangat cranky, Mitch Hedbgerg – mati overdosis, Mitch Fatel – pervert, bahkan Parto pernah menembakkan pistol ke udara di tempat umum. We are a bunch of complex creatures. Semua komedian adalah makhluk yang kompleks. Tanpa kecuali. And we hate it so much. At least I know I do.
  9. Gue pengen punya mesin waktu.

itu tulisan bukan aku yang nulis, jelas bahasanya gue lo gue lo. ngutip dari tulisan raditya dika yang dari awal sampe akhir deskripsiin banget isi hati gue (lho?)

copas,

Tuesday, May 4, 2010

curcol malam hari



saya rada kaget, bingung dan setengah gak percaya sama kejadian tentang kaum adam dimasa SMA ini. gak pernah kebayang sebelumnya dan sama sekali gak kepikiran apa yang jadi fakta sekarang ini. dibilang gak terima sih, SAMA SEKALI ENGGAK. terima terima aja sih, 100% maybe. disini bakal kubeberin salah satunya aja dah, gapapa kan?

X. yah, namanya masih anak baru sekolah baru murid baru semuanya terlihat asing. suatu hari, lupa hari apa. jalan jalan muter muter cari makan ke koperasi. waktu di perjalanan, berpapasan sama segerombol kakak kelas (laki). cuma lihat sekilas sih, tapi ada satu raut wajah yang berkesan.

kesan pertama=> wajah: lucu, sifat: sombong, angkuh, metropolis.
jadi negative thinking diawal.

nah, suatu hari juga (tentu dihari yang berbeda) ceritanya disekolah ada bazar, saya jadi penjaga stand (stand PKS, khususnya). bazar dalam rangka lomba paski di smaga. waktu itu, saya jadi kepikiran buat liatin dia, gak cuma liatin aku juga mulai mengamati gerak geriknya, gaya bicaranya. dan observasi ini nampaknya menghancurkan kesan pertama negative itu

hipotesa dari obervasi-kaca-mata-saya=> lucu, ramah, baik, kalem
hahaha

besoknya saya curhat with my deskmate tentang dia, orang yang bikin aku nge-fans. terus saya tunjukkin mana 'kakak kelas' itu. pertama kali saya nunjukkin orang itu, orang itu jadi tampak biasa. tidak semenarik, berkharisma, selucu kemarin (halah). tapi my-desk-mate mengatakan 'dia lucu'. setelah cerita ke my-desk-mate tentang ke-gak-menarik-an-nya dia hari ini, kita setuju buat njulukin dia 'mas aneh'. yak, mas aneh, sungguh aneh. dulu terlihat berkarisma sekali, tapi mengapa tiap hari makin memudar?

kadang kalo kita papasan sama dia, kita kadang suka senyum senyum sendiri ngakak ngakak sampe bacok bacokan (pake tangan). abisnya my-desk-mate sih yang heboh duluan, wuuu !
seiring berjalannya waktu rasa nge-fans ku memudar, bukan karena karismanya yang semakin memudar tapi entah apa sebabnya.

suatu hari, tepatnya awal kelas XI my-desk-mate yang udah gak-desk-mate lagi curhat kalo dia NAKSIR sama mas aneh, idolaku dulu. kaget? yak, kaget. banget !
kalo dibilang nusuk dari belakang ya sama sekali enggak, cuma kagum-ngefans gak ada rasa lain. aku sayaaaaang banget sama my-yesterday-desk-mate ^^, walaupun judulnya my-yesterday-desk-mate

jadi kangen :'(